Suami Curhat Nyesek Istri Kerap Menangis Seusai Pinjam Bayi Tetangga

Curhatan suami mengenai istrinya yang kerap meminjam bayi tetangga menjadi viral. Ia mengungkap rasa sayang istri terhadap bayi itu kerap berakhir dengan tangisan.

Cerita suami tentang kehidupan rumah tangganya ini dibagikan oleh akun salahsatu akun TikTok. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 2,5 juta kali dan mendapatkan 200 ribu tanda suka.

 




“Kita sudah ikhtiar dengan berbagai cara, namun bagaimana lagi, Allah belum berkehendak,” tulisnya sebagai keterangan akun TikTok seperti dikutip Suara.com, Rabu (22/9/2021).

Suami menceritakan ia dan istrinya sudah menjalani kehidupan rumah tangga bersama selama 2 tahun. Namun, keduanya masih belum dikaruniai momongan.

“Ini istriku, 3 tahun sudah kita menikah. Namun Qadarullah, sampai saat ini belum dikaruniai momongan,” curhat sang suami dalam video.

Hal ini membuat sang istri kerap meminjam bayi tetangga untuk digendong. Bahkan, bayi itu kerap di bawa ke rumah untuk disayang dan diajak main.

“Jadi istriku suka pinjem bayi tetangga buat digendong. Kadang dia suka bawa bayinya ke rumah,” cerita sang suami.

Suami mengatakan istrinya begitu menyukai bayi dan anak kecil. Setiap melihat mereka, sang istri sampai selalu ingin menggendong.

“Pokoknya dia suka banget sama bocil, tiap lihat bocil selalu pengen gendong,” lanjutnya.

Namun, kebiasaan sang istri itu rupanya kerap berakhir dengan tangisan. Suami menceritakan istrinya sempat pulang dari rumah tetangga dan langsung menangis di kamar.

“Sampai suatu ketika aku lagi nonton di kamar, tiba-tiba istriku menghampiri sambil menangis tersedu-sedu,” ungkap sang suami.

Kesedihan istrinya itu membuat sang suami kebingungan dan ikut merasakannya. Rupanya, sang istri dibuat menangis karena ulah tetangga yang suka bertanya kapan akan memiliki momongan.

“Air matanya menetes sampai aku sedih melihatnya. Awalnya aku bingung kenapa istriku menangis. Ternyata, ini ulah tetangga yang suka nanya kapan punya anak,” curhat sang suami.

Melihat istrinya menangis, ia hanya bisa menghibur dan menenangkan. Sang suami juga selalu meyakinkan istrinya bahwa kelak mereka juga akan diberi momongan.

“Akhirnya aku tenangin istriku, ‘InsyaAllah kita akan segera punya baby’,” beber sang suami.

Terakhir, sang suami juga memberikan sebuah pesan bijak. Pesan ini didengarnya dari nasihat seorang ulama.

“Aku jadi teringat nasihat ulama, ‘Jangan tanyakan harta kepada orang yang tidak punya harta, jangan tanya soal anak kepada orang yang belum punya anak’,” pesannya.

“Jangan rusak hari indah kami dengan pertanyaan seperti itu, apapun tujuannya,” tandas sang suami.

Curhatan nyesek sang suami itu langsung banjir komentar warganet. Mereka menuliskan beragam dukungan dan doa agar pasangan itu segera diberi momongan.

“Sabar kakak, aku juga sudah 3 tahun menikah tapi belum dikasih momongan. Jangan berhenti berdoa,” pesan warganet.

“Aku sebagai wanita merasa sedih,” komen warganet.

“Yang sabar ya mas, saya juga belum dikasih momongan udah 4 tahun. Bilang sama istri abaikan saja orang mau berkata apa,” saran warganet.

“Sabar yah kak, aku juga salah satu pejuang garis dua,” curhat warganet.

“Umur udah pas ditanya kapan nikah. Setelah nikah ditanya kapan punya anak, dasar tetangga. Tetapi jangan menyerah kak, semoga segera dikaruniai momongan ya,” doa warganet.

“Yang sabar kakak, Allah memberi cobaan tidak melampaui batas kemampuan hambanya karena rejeki dan karunia hanya Allag yang mengaturnya,” dukung lainnya.

Saat Buah Hati Tak Kunjung Hadir, inilah yang bisa kita lakukan

Saat seorang mukmin menghadapi kesulitan dalam hidupnya, semestinya ia tidak berpangku tangan begitu saja tanpa berusaha. Berikhtiarlah. Ambillah sebab-sebab yang dapat menghilangkan kesulitan tersebut selama ikhtiar tersebut dibolehkan syari’at. Seperti halnya mukjizat Nabi Musa, tidaklah Nabi Musa serta merta dapat membelah lautan, melainkan ia harus mengayunkan tongkatnya terlebih dahulu. Atau seperti kisah Maryam ketika mengandung Nabi ‘Isa, untuk mendapatkan makanan (kurma), Allah tidak begitu saja menurunkan makanan tersebut dari langit, melainkan Maryam terlebih dahulu harus menggoyang pohon kurma.

Pasangan suami dan istri yang belum dikaruniai anak dapat berikhtiar dengan banyak cara, seperti berkonsultasi dengan para ahli, orang yang berpengalaman dalam masalah ini, meminum obat-obatan dan ramuan-ramuan, mengkonsumsi makanan-makanan yang dipercaya mampu meningkatkan kesuburan. Memperkaya pengetahuan tentang bagaimana proses terjadinya pembuahan dan fungsi alat reproduksipun termasuk hal yang tidak ada salahnya untuk dicoba.

Yang tidak boleh dilupa adalah doa, tidak selayaknya ditinggalkan. Seorang muslim tidak sepantasnya menyandarkan pada sebab dan usaha, karena semua penentu adalah Allah Sang Pencipta alam raya. Bukankah anak keturunan adalah bagian kecil dari alam raya? Giatlah berdoa agar Allah memberikan anugerah-Nya berupa anak yang mampu menyejukkan mata kita. Sebagaimana kisah Nabi Zakaria ‘alaihi salam yang di usia lanjut belum juga mendapatkan keturunan, ia berdoa:

“Ia berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan permohonanku terhadapmu, ya Rabbi, belum pernah tak terkabulkan. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera. Yang akan mewarisi kenabianku dan mewarisi kenabian keluarga Ya’qub; dan Jadikanlah ia, Ya Tuhanku, seorang yang diridhai.’” (Qs. Maryam: 4-6)

Satu lagi yang perlu diingat, wahai saudariku, termasuk di antara bentuk usaha adalah dengan memperbanyak taubat dan beristighfar, sebagaimana firman Allah Ta’ala yang artinya,

“…beristighfarlah kepada Rabb-mu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. (Jika kalian beristighfar) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat atas kalian, juga memberi banyak harta dan anak keturunan…” (Qs. Nuh: 10-12)

Bersabar

Jika sudah gigih berdoa dan berikhtiar dengan berbagai cara namun belum juga mendapatkan keturunan? Maka langkah selanjutnya adalah senantiasa bersabar atas takdir Allah. Yakinlah bahwa Allah telah memilihkan yang terbaik untuk kita. Jangan lupa berdoa seperti doa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Dalam sebuah hadits shahih diceritakan:

Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, dia mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Tidak seorang hambapun yang tertimpa musibah lalu ia mengatakan,

“Sesungguhnya kami milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami kembali. Wahai Allah, berikanlah kami pahala dari musibah ini dan berilah ganti yang lebih baik darinya.”

Kecuali Allah akan memberikan ganjaran pahala karena musibah yang menimpanya dan memberikan ganti yang lebih baik.’

Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah wafat, aku membacanya sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Allah memberikan ganti yang lebih baik dari Abu Salamah, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim)

Saudariku, engkau tidak sendirian. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.

Dengan doa dan kesabaran tersebut, semoga kita mampu bertawakal kepada Allah. Selanjutnya dengan begitu, Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran dan rasa syukur. Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk kepada Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tidak sesuai dengan harapan kita. Waallahu a’lam.

Demikianlah pokok bahasan Artikel ini yang dapat kami paparkan, Besar harapan kami Artikel ini dapat bermanfaat untuk kalangan banyak Karena keterbatasan pengetahuan dan referensi, Penulis menyadari Artikel ini masih jauh dari sempurna, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan agar Artikel ini dapat disusun menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang


0 Response to "Suami Curhat Nyesek Istri Kerap Menangis Seusai Pinjam Bayi Tetangga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel